Rabu, 29 April 2015

2.5 Pengertian Laporan Komitmen dan Kontingensi. Serta isi/elemen Laporan Komitmen dan Kontingensi. Serta contohnya


Komitmen Bank adalah suatu ikatan atau kontrak atau berupa janji yang tidak dapat dibatalkan (irrevocable) secara sepihak oleh bank baik dalam rupiah maupun valuta asing, Komitmen disajikan dalam laporan komitmen dan kontijensi tanpa pos lawan. Tagihan komitmen antara lain : Fasilitas pinjaman yang diterima dari pihak lain yang belum ditarik posisi pembelian valuta asing dll. Komitmen adalah suatu perikatan atau kontrak berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secara satu pihak.
Sedangkan Kontinjensi adalah suatu keadaan yang masih diliputi ketidakpastian mengenai kemungkinan diperolehnya laba atau rugi oleh suatu perusahaan, yang baru akan terselesaikan dengan terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa dimasa yang akan datang. Pengungkapan akan peristiwa kontinjensi diharuskan dalam laporan keuangan.
Kontinjensi atau lebih dikenal dengan peristiwa atau transaksi yang mengandung syarat merupakan transaksi yang paling banyak ditemukan dalam kegiatan bank sehari-hari. Kontinjensi yang dimiliki oleh suatu bank dapat berakibat tagihan atau kewajiban bagi bank yang bersangkutan.
*         Isi/elemen laporan komitmen dan kontigensi terdiri dari :
A.        Tagihan Kontingensi
1.   Garansi dari bank lain
-       Bank Garansi
-       Jaminan Risk Sharing
-       Jaminan Lainnya
2.      Pembelian Opsi Valuta Asing
3.      Pendapatan bunga dalam penyelesaian Jumlah Tagihan Kontinjen
B.        Kewajiban Kontingensi
-       Garansi yang diberikan
1.      Penerbitan Jaminan
-       Bank Garansi
-       Risk Sharing
-       Standby L/C
-       Bid BondsLainnya
2.      Akseptasi atau endosmen surat berharga
3.      L/C yang revocable dan masih berjalan dalam rangka impor ekspor
4.      Penjualan Opsi Valuta Asing
Contoh Laporan Komitmen dan Kontingensi


Referensi :

2.9 Pengertian perhitungan Legal Lending Limit (LLL). Dan contoh ilustrasinya


A. Perhitungan Legal Lending Limit (LLL)
     Perhitungan Legal Lending Limit (LLL) adalah faktor Permodalan (Capital), Kualitas Aktiva Produktif (Asset), Manajemen, Rentabilitas (Earning) dan Likuiditas. Analisis ini dikenal dengan istilah Analisis CAMEL.
B. ASPEK PERMODALAN (CAPITAL)
      Penilaian pertama adalah aspek permodalan, dimana aspek ini menilai permodalan yang dimiliki bank yang didasarkan kepada kewajiban penyediaan modal minimum bank. Penilaian tersebut didasarkan pada CAR (Capital Adequacy Ratio) yang ditetapkan Bank Indonesia (BI), yaitu perbandingan antara Modal dengan Aktiva Tertimbang Menurut Resiko.
C. ASPEK KUALITAS AKTIVA PRODUKTIF (ASSET )
     Aktiva produktif  atau Productive Assets atau sering disebut dengan Earning Assets adalah semua aktiva yang dimiliki oleh bank dengan maksud untuk dapat memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya.
 Ada empat macam jenis aktiva produktif yaitu :
1.      Kredit yang diberikan
2.      Surat berharga
3.      Penempatan dana pada bank lain
4.      Penyertaan
      Penilaian aset, sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (BI) adalah dengan membandingkan antara aktiva produktif yang diklasifikasikan dengan aktiva produktif. Selain itu juga rasio penyisihan penghapusan aktiva produktif terhadap aktiva produktif yang diklasifikasikan. Klasifikasi aktiva produktif merupakan aktiva produktif yang telah dilihat kolektabilitasnya, yaitu lancar, kurang lancar, diragukan dan macet.
D. ASPEK KUALITAS MANAJEMEN (MANAGEMENT)
      Aspek ketiga penilaian kesehatan bank meliputi kualitas manajemen bank. Untuk menilai kualitas manajemen akan mengajukan 250 pertanyaan yang menyangkut manajemen bank yang ebrsangkutan. Kualitas ini juga akan melihat dari segi pendidikan serta pengalaman para karyawannya dalam menangani bebagai kasus yang terjadi.
E. ASPEK RENTABILITAS (EARNING)
      Penilaian aspek ini diguankan untuk mengukur kemampuan bank dalam meningkatkan keuntungan, juga untuk mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai bank yang bersangkutan. Penilaian ini meliputi ROA atau Rasio Laba terhadap Total Aset dan Perbandingan antara Biaya Operasional dengan Pendapatan Operasional (BOPO).
F. ASPEK LIKUIDITAS (LIKUIDITY)
      Aspek kelima adalah penilaian terhadap aspek likuiditas bank. Suatu bank dukatakan likuid, apabila bank yangbersangkutan mampu membayar semua hutangnya, terutama hutang-hutang jangka pendek. Selain itu juga bank harus mampu memenuhi semua permohonan kredit yang layak dibiayai.
Penilaian dalam aspek ini meliputi :
Rasio kewajiabn bersih Call Money terhadap Aktiva Lancar
Rasio kredit terhadap dana yang diterima oleh bank seperti KLBI, Giro, Tabungan, deposito dan lain-lain.
      Seraca umum penilaian tingkat kesehatan bank dapat dirangkum sebagai berikut :
Jumlah bobot untuk kelima faktor tersebut adalah 100%. Nilai kredit kemudian digunakan untuk menentukan predikat kesehatan bank, ditetapkan sebagai berikut :
      Disamping penilaian analisis CAMEL, kesehatan bank juga dipengaruhi hasil penilaian lainnya, yaitu penilaian terhadap :
Ketentauan pelaksanaan pemberian kredit Usaha Kesil (KUK) dan pelaksanaan Kredit Eksport
Pelanggaran terhadap ketantuan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) atau sering disebut dengan Legal Lending Limit.
Pelanggaran Posisi Devisa Netto.

Referensi :